cara kerja tampilan led

2023/09/10

Tampilan LED adalah salah satu jenis tampilan paling populer di dunia saat ini. Mereka digunakan di berbagai bidang, seperti aplikasi komersial, industri, dan perumahan. Mereka sangat efisien dan memiliki konsumsi energi yang rendah dibandingkan dengan jenis layar lainnya. Pada artikel ini, kita akan melihat lebih dekat cara kerja tampilan LED.


Apa itu Tampilan LED?


LED adalah singkatan dari Light Emitting Diode; ini adalah perangkat kecil yang memancarkan cahaya ketika ada tegangan yang diberikan. Cahaya frekuensi tinggi menghasilkan warna-warna cerah, dan kombinasi warna yang berbeda dapat diprogram ke dalam LED. Tampilan LED adalah layar yang terdiri dari perangkat kecil yang dihubungkan bersama.


Bagaimana Cara Kerja Tampilan LED?


Layar LED bekerja dengan memancarkan cahaya ketika arus listrik melewatinya. Arus masuk melalui papan sirkuit (rangkaian driver), yang menentukan urutan dan waktu LED menyala. Sirkuit driver mengontrol tampilan lampu dalam berbagai cara, seperti berkedip, meredup, atau berdenyut.


Ide dasar di balik tampilan LED adalah membuat gambar dengan menggunakan piksel (elemen gambar yang menampilkan titik individual) dan meneranginya pada waktu dan pola tertentu. Satu piksel dibentuk dengan menyusun tiga dioda RGB (LED Merah, Hijau, dan Biru).


Chip LED memancarkan cahaya dengan warna tertentu ketika sejumlah energi tertentu dimasukkan. Layar LED terdiri dari ribuan chip yang disusun dalam pengaturan berbeda untuk membentuk berbagai bentuk, pesan, simbol, gambar, dan video.


Apa Saja Berbagai Jenis Tampilan LED?


1. Layar yang Dipasang di Permukaan (SMD)


Layar yang dipasang di permukaan (SMD) adalah jenis layar LED yang paling umum di pasaran. SMD dipasang dalam matriks, dan menghasilkan tampilan yang lebih cerah, lebih luas, dan lebih tajam. Mereka juga mudah dan cepat untuk dipasang dan dirawat.


2. Paket ganda in-line (DIP)


Dibandingkan dengan SMD, DIP lebih besar dan kecerahannya jauh lebih rendah. Hal ini ditandai dengan adanya penghalang pada tampilan, dan gambar tertentu memerlukan voltase lebih tinggi agar dapat ditampilkan dengan baik.


3. Dioda Pemancar Cahaya Organik (OLED)


Dioda Pemancar Cahaya Organik (OLED) adalah jenis tampilan LED baru. Mereka unik karena sangat fleksibel dan ringan, sehingga ideal untuk perangkat portabel. OLED mengkonsumsi lebih sedikit daya dibandingkan layar konvensional dan menghasilkan tampilan warna yang cerah dan kaya.


4. LED Anorganik (I-Led)


LED Anorganik (I-Led) mirip dengan layar OLED, namun lebih awet dan tahan lama. Mereka menunjukkan tingkat kecerahan yang lebih tinggi dan lebih hemat energi dibandingkan OLED. Tidak seperti OLED, tampilannya tidak menurun seiring waktu, menjadikannya pilihan yang cocok untuk tampilan luar ruangan atau industri.


5. MikroLED


MicroLED adalah jenis tampilan LED yang lebih baru. Mereka terbuat dari LED kecil berukuran 50 hingga 100 mikron. LED kecil ini memancarkan cahaya yang sangat terang, dan dengan menyatukannya, Anda dapat mencapai resolusi tinggi pada layar. MicroLED masih dalam tahap awal pengembangan dan belum memasuki pasar konsumen.


Kesimpulan


Tampilan LED adalah pilihan tepat untuk menampilkan informasi dengan cara yang lebih nyata, praktis, dan hemat biaya. Layar ini mengeluarkan lebih sedikit panas, tidak terlalu rapuh, dan menawarkan kecerahan dan resolusi lebih tinggi, menjadikannya alternatif yang lebih baik dibandingkan jenis layar tradisional. Dengan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang cara kerja tampilan LED, Anda akan lebih siap untuk memilih jenis tampilan LED yang tepat untuk kebutuhan Anda.

.

HUBUNGI KAMI
Cukup beri tahu kami kebutuhan Anda, kami dapat melakukan lebih dari yang dapat Anda bayangkan.
Kirim pertanyaan Anda
Chat
Now

Kirim pertanyaan Anda

Pilih bahasa lain
English
ภาษาไทย
Polski
bahasa Indonesia
русский
Português
한국어
日本語
italiano
français
Español
Deutsch
Bahasa saat ini:bahasa Indonesia