Lumens LED ke Watt: Berapa Banyak Lumens yang Anda Butuhkan

2023/09/14

Pengarang:Produsen Layar Led Sejak 2013—CAHAYA

Lumens LED ke Watt: Berapa Banyak Lumens yang Anda Butuhkan


Pencahayaan LED telah merevolusi cara kita menerangi lingkungan sekitar. Solusi pencahayaan hemat energi ini mendapatkan popularitas luar biasa karena banyaknya manfaat dan pengurangan konsumsi energi secara signifikan. Salah satu aspek penting yang perlu dipertimbangkan saat membeli lampu LED adalah jumlah keluaran cahaya yang dihasilkan, diukur dalam lumen. Memahami hubungan antara lumen dan watt sangat penting untuk memastikan Anda memilih pencahayaan LED yang tepat untuk kebutuhan Anda. Pada artikel ini, kita akan mempelajari dunia lumen LED hingga watt dan menjelajahi berapa banyak lumen yang Anda perlukan untuk menerangi ruangan Anda secara memadai.


1. Apa yang dimaksud dengan lumen dan watt?


Sebelum kita mendalami detail lumen dan watt, mari kita perjelas apa sebenarnya yang diwakilinya. Lumen mengukur jumlah total cahaya tampak yang dipancarkan oleh suatu sumber, sedangkan watt mengukur jumlah energi yang dikonsumsi oleh sumber cahaya. Secara sederhana, lumen mengukur kecerahan, sedangkan watt mengukur konsumsi daya. Secara tradisional, watt digunakan untuk menentukan kecerahan lampu pijar. Namun, dengan munculnya pencahayaan LED, hubungan antara lumen dan watt menjadi lebih signifikan.


2. Peralihan dari watt ke lumen


Di masa lalu, orang-orang mendasarkan pilihan pencahayaan mereka hanya pada watt. Watt yang lebih tinggi berarti bohlam yang lebih terang. Namun cara ini tidak sepenuhnya akurat dan tidak memperhitungkan efisiensi sumber cahaya. Karena kemajuan teknologi LED, lampu LED mengonsumsi energi jauh lebih sedikit dan memberikan tingkat kecerahan yang sama, bahkan lebih, dibandingkan lampu pijar tradisional. Efisiensi ini menyebabkan peralihan dari watt ke lumen sebagai metrik utama untuk mengevaluasi keluaran cahaya LED.


3. Konversi lumen ke watt


Untuk menentukan berapa banyak lumen yang Anda butuhkan, Anda harus memahami konversi lumen ke watt. Rasio konversi tergantung pada jenis pencahayaan yang Anda butuhkan. Untuk keperluan penerangan umum, tingkat konversi berikut dapat digunakan sebagai pedoman:


- Lampu pijar: Sekitar 10 lumen per watt

- Lampu halogen: Sekitar 15 lumen per watt

- Lampu neon: Sekitar 50-100 lumen per watt

- Bohlam LED: Biasanya antara 50-100 lumen per watt, tergantung kualitasnya


Misalnya, jika Anda ingin mengganti bohlam pijar 60 watt, Anda akan mencari bohlam LED yang memancarkan sekitar 600 lumen (60 watt * 10 lumen per watt).


4. Menentukan lumen yang dibutuhkan


Sekarang setelah Anda mengetahui tingkat konversinya, langkah selanjutnya adalah menentukan berapa banyak lumen yang Anda perlukan untuk kebutuhan pencahayaan spesifik Anda. Beberapa faktor dapat mempengaruhi kecerahan yang dibutuhkan, seperti ukuran ruangan, tujuan pencahayaan, dan preferensi pribadi. Berikut adalah beberapa kebutuhan penerangan rumah tangga yang umum:


- Ruang tamu: Disarankan memiliki sekitar 10-20 lumen per kaki persegi. Misalnya, jika ruang tamu Anda berukuran 200 kaki persegi, Anda memerlukan total 2.000-4.000 lumen.

- Dapur: Dapur yang cukup terang biasanya membutuhkan 50-100 lumen per kaki persegi. Jika dapur Anda berukuran 150 kaki persegi, Anda memerlukan sekitar 7.500-15.000 lumen.

- Kamar Tidur: Untuk kamar tidur, biasanya diinginkan suasana yang lembut dan nyaman, membutuhkan sekitar 20-30 lumen per kaki persegi. Jika kamar tidur Anda berukuran 250 kaki persegi, Anda memerlukan sekitar 5.000-7.500 lumens.

- Kamar Mandi: Di ​​kamar mandi, pencahayaan yang lebih terang lebih disukai untuk tugas-tugas seperti dandanan. Targetkan 70-80 lumen per kaki persegi. Kamar mandi kecil seluas 75 kaki persegi membutuhkan sekitar 5.250-6.000 lumens.

- Pencahayaan luar ruangan: Area luar ruangan umumnya membutuhkan lebih sedikit cahaya. Untuk pencahayaan lanskap, hitung sekitar 10-30 lumen per kaki persegi, tergantung tingkat kecerahan yang diinginkan.


5. Memahami warna dan suhu cahaya


Selain lumen, warna dan suhu cahaya merupakan pertimbangan penting saat memilih pencahayaan LED. Warna terang diukur dalam Kelvin (K). Nilai yang lebih rendah, seperti putih hangat (2500-3500K), memancarkan rona kekuningan, memberikan suasana nyaman dan santai. Nilai Kelvin yang lebih tinggi, seperti putih sejuk (3500-5000K) atau siang hari (5000-6500K), memancarkan cahaya putih kebiruan yang lebih terang, menyerupai siang hari.


Penting untuk mempertimbangkan tujuan pencahayaan saat memilih suhu warna. Warna putih hangat biasanya lebih disukai di ruang keluarga untuk memberikan kesan nyaman, sedangkan suhu yang lebih dingin biasanya digunakan di dapur, kamar mandi, dan ruang kerja untuk meningkatkan kewaspadaan.


Kesimpulannya, memahami hubungan antara lumen dan watt sangat penting ketika memilih lampu LED. Dengan peralihan ke pencahayaan hemat energi, watt tradisional seharusnya tidak menjadi satu-satunya faktor penentu kecerahan. Dengan mempertimbangkan lumen, Anda dapat memastikan ruangan Anda mendapat penerangan yang cukup, sekaligus menghemat energi dan mengurangi biaya listrik. Ingatlah untuk menghitung lumen yang diperlukan berdasarkan ukuran dan tujuan area yang ingin Anda terangi, dan pertimbangkan suhu warna yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Rangkullah dunia Lumen LED hingga watt dan nikmati manfaat pencahayaan yang efisien dan ramah lingkungan.

.

Menyarankan:

Tampilan Layar Led Kustom

Sistem Panel Dinding Video LED Turnkey

Produsen tampilan led sewa

Produsen tampilan led dalam ruangan

Produsen Layar LED luar ruangan 

Produsen Layar Led Melengkung

Kios Berdiri Lantai LCD

HUBUNGI KAMI
Cukup beri tahu kami kebutuhan Anda, kami dapat melakukan lebih dari yang dapat Anda bayangkan.
Kirim pertanyaan Anda
Chat
Now

Kirim pertanyaan Anda

Pilih bahasa lain
English
ภาษาไทย
Polski
bahasa Indonesia
русский
Português
한국어
日本語
italiano
français
Español
Deutsch
Bahasa saat ini:bahasa Indonesia